Apa itu MENINGITIS ?biasa disebut dengan RADANG OTAK .Meningitis adalah radang membran pelindung sistem syaraf pusat. Penyakit ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme, luka fisik, kanker, atau obat-obatan tertentu. Meningitis adalah penyakit serius karena letaknya dekat otak dan tulang belakang, sehingga dapat menyebabkan kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan kematian.Hal ini biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus, tetapi juga dapat disebabkan oleh obat atau penyakit tertentu.
Bakteri meningitis jarang terjadi, tetapi biasanya serius dan dapat mengancam hidup jika tidak segera diobati meningitis. Viral (juga disebut meningitis aseptis) relatif umum dan jauh lebih serius. Sering tidak terdiagnosis karena gejala dapat mirip dengan flu biasa.

**Penyebab MENINGITIS ::
Ada tiga bakteri penyebab meningitis, yaitu Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae tipe b, dan Niesseria meningitides. Dari ketiga bakteri itu, Streptococcus pneumoniae (pneumokokus) adalah bakteri yang paling sering menyerang bayi di bawah usia 2 tahun. Masa inkubasi (waktu yang diperlukan untuk menimbulkan gejala penyakit) kuman tersebut sangat pendek yakni sekitar 24 jam.
1. Streptococcus pneumoniae (pneumococcus).
Bakteri ini yang paling umum menyebabkan meningitis pada bayi ataupun anak-anak. Jenis bakteri ini juga yang bisa menyebabkan infeksi pneumonia, telinga dan rongga hidung (sinus).
2. Neisseria meningitidis (meningococcus).
Bakteri ini merupakan penyebab kedua terbanyak setelah Streptococcus pneumoniae, Meningitis terjadi akibat adanya infeksi pada saluran nafas bagian atas yang kemudian bakterinya masuk kedalam peredaran darah.
3. Haemophilus influenzae (haemophilus).
Haemophilus influenzae type b (Hib) adalah jenis bakteri yang juga dapat menyebabkan meningitis. Jenis virus ini sebagai penyebabnya infeksi pernafasan bagian atas, telinga bagian dalam dan sinusitis. Pemberian vaksin (Hib vaccine) telah membuktikan terjadinya angka penurunan pada kasus meningitis yang disebabkan bakteri jenis ini.
4. Listeria monocytogenes (listeria).
Ini merupakan salah satu jenis bakteri yang juga bisa menyebabkan meningitis. Bakteri ini dapat ditemukan dibanyak tempat, dalam debu dan dalam makanan yang terkontaminasi. Makanan ini biasanya yang berjenis keju, hot dog dan daging sandwich yang mana bakteri ini berasal dari hewan lokal (peliharaan).
5. Bakteri lainnya yang juga dapat menyebabkan meningitis adalah Staphylococcus aureus dan Mycobacterium tuberculosis.
**Gejala MENINGITIS ::
Gejala yang khas dan umum ditampakkan oleh penderita meningitis diatas umur 2 tahun adalah demam, sakit kepala dan kekakuan otot leher yang berlangsung berjam-jam atau dirasakan sampai 2 hari. Tanda dan gejala lainnya adalah photophobia (takut/menghindari sorotan cahaya terang), phonophobia (takut/terganggu dengan suara yang keras), mual, muntah, sering tampak kebingungan, kesusahan untuk bangun dari tidur, bahkan tak sadarkan diri.
Pada bayi gejala dan tanda penyakit meningitis mungkin sangatlah sulit diketahui, namun umumnya bayi akan tampak lemah dan pendiam (tidak aktif), gemetaran, muntah dan enggan menyusui.
untuk lebih spesifik ::
Bayi
- Demam
- Kejang pada tengkuk
- Rewel/gelisah
- Susah makan
- Menangis terus-menerus
- Lemah
- Intensitas interaksi berkurang
- Ubun-ubun membenjol
Anak
- Demam
- Kejang pada tengkuk
- Sakit kepala
- Mual
- Bingung/disorientasi
- Serangan mendadak
- Tidak suka cahaya terang (fotofobia)
- Ruam di sekujur tubuh
Bakteri pneumococcus adalah salah satu penyebab meningitis terparah. Penelitian yang diungkapkan konsultan penyakit menular dari Leicester Royal Infirmary, Inggris, Dr Martin Wiselka, menunjukkan bahwa 20-30 persen pasien meninggal dunia akibat penyakit tersebut, hanya dalam waktu 48 jam. Angka kematian terbanyak pada bayi dan orang lanjut usia. Pasien yang terlanjur koma ketika dibawa ke rumah sakit, sulit untuk bisa bertahan hidup. Infeksi pneumokokus lebih sering terjadi pada anak dibanding orang dewasa karena tubuh anak belum bisa memproduksi antibodi yang dapat melawan bakteri tersebut.Sebanyak 50 persen pasien meningitis yang berhasil sembuh biasanya menderita kerusakan otak permanen yang berdampak pada kehilangan pendengaran, kelumpuhan, atau keterbelakangan mental. Komplikasi penyakit tersebut akan timbul secara perlahan dan semakin parah setelah beberapa bulan.
“Semua bayi sejak usia 1 tahun sudah mempunyai bakteri pneumokokus yang hidup di tenggorok,” kata Dr. Aman B. Pulungan, SpA (K), konsultan endokrinologi anak dari Klinik Anakku Cinere, Jakarta. Namun, keberadaan bakteri tersebut tidak selalu dapat diartikan seorang anak menderita infeksi pneumokokus. Bakteri tersebut membawa dampak yang berbeda bagi setiap orang dan dari 90 jenis bakteri pneumokokus hanya sedikit yang bisa menyebabkan penyakit berbahaya. Penularan penyakit akibat bakteri pneumokokus terjadi melalui percikan ludah saat bersin, batuk, atau berbicara, dari penderita kepada orang sehat. Selain bayi dan lansia, mereka yang rentan terjangkit infeksi pneumokokus adalah seseorang yang sedang dirawat di RS atau tinggal serumah dengan banyak orang, kerap berinteraksi dengan penderita, dan mempunyai kelainan daya tahan tubuh seperti terinfeksi virus HIV.
Seseorang bisa diduga terserang meningitis jika mempunyai riwayat pneumonia atau infeksi telinga. Dalam beberapa kasus, pengambilan sampel cairan otak diperlukan untuk mendiagnosa meningitis. Pada orang sehat, cairan otak tampak bening. Sementara pada penderita pneumococcal meningitis warna cairan terlihat keruh dan tes laboratorium mengindikasikan banyak bakteri dan jumlah sel darah putih yang berlebih.
Penderita meningitis perlu mendapat antibiotik sesegera mungkin. Perawatan umumnya dilakukan selama 10-14 hari. Pengobatan panjang itu dianggap perlu untuk mencegah komplikasi atau mencegah infeksi datang kembali. Pada kasus yang dianggap berat, diperlukan perawatan intensif di UGD dan ketersediaan ventilasi udara untuk membantu pernapasan.
Adapun beberapa antibiotik yang sering diresepkan oleh dokter pada kasus meningitis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis antara lain Cephalosporin (ceftriaxone atau cefotaxime). Sedangkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes akan diberikan Ampicillin, Vancomycin dan Carbapenem (meropenem), Chloramphenicol atau Ceftriaxone.
Treatment atau therapy lainnya adalah yang mengarah kepada gejala yang timbul, misalnya sakit kepala dan demam (paracetamol), shock dan kejang (diazepam) dan lain sebagainya.
**Pencegahan MENINGITIS ::
Meningitis yang disebabkan oleh virus dapat ditularkan melalui batuk, bersin, ciuman, sharing makan 1 sendok, pemakaian sikat gigi bersama dan merokok bergantian dalam satu batangnya. Maka bagi anda yang mengetahui rekan atau disekeliling ada yang mengalami meningitis jenis ini haruslah berhati-hati. Mancuci tangan yang bersih sebelum makan dan setelah ketoilet umum, memegang hewan peliharaan. Menjaga stamina (daya tahan) tubuh dengan makan bergizi dan berolahraga yang teratur adalah sangat baik menghindari berbagai macam penyakit.
Pemberian Imunisasi vaksin (vaccine) Meningitis merupakan tindakan yang tepat terutama didaerah yang diketahui rentan terkena wabah meningitis, adapun vaccine yang telah dikenal sebagai pencegahan terhadap meningitis diantaranya adalah ;
- Haemophilus influenzae type b (Hib)
- Pneumococcal conjugate vaccine (PCV7)
- Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV)
- Meningococcal conjugate vaccine (MCV4)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar